What is Happening

04 Mar 2018

Akankah CEDAW Melindungi Hak Perempuan Pengguna Napza?

Kuala Lumpur, 3 Maret 2018 – International Women’s Right Action Watch (IWRAW) mendorong komunitas perempuan pengguna Napza PKNI untuk menyusun laporan atas pelanggaran terhadap hak-hak perempuan pengguna Napza yang mengacu ke Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW).

Pelibatan perwakilan komunitas perempuan PKNI dalam lokakarya pengembangan panduan penulisan laporan pelanggaran hak-hak perempuan pengguna Napza di dalam instrument perjanjian internasional merupakan peluang melanjutkan langkah advokasi untuk mengukuhkan perlindungan hak dan jaminan penghapusan diskriminasi.

Setelah membingkai situasi pelanggaran hak-hak perempuan pengguna Napza sesuai dengan 16 rumusan artikel dalam CEDAW, langkah selanjutnya adalah membuat draft laporan bayangan (shadow report) yang akan mendapat momentum perhatian penuh dunia internasional di Jenewa pada tahun 2019 mendatang. Dalam hal ini, IWRAW mendukung perwakilan dan komunitas perempuan PKNI untuk merespon momentum tersebut.

Segala bentuk diskriminasi terhadap hak-hak perempuan pengguna Napza kemudian dikategorikan dalam 16 artikel CEDAW yang berbeda setiap esensinya. Seperti temuan studi kuantitatif Perempuan Bersuara pada tahun 2014 dan 2015 di Indonesia yang membuktikan tingginya kasus kekerasan berbasis gender yang dialami oleh perempuan pengguna Napza. Senada dengan yang disampaikan oleh perwakilan organisasi dari negara lainnya dari berbagai kasus serupa dari institusi penegak hukum.

Beberapa temuan studi adalah kekerasan yang dialami perempuan pengguna Napza baik ketika berhadapan dengan aparat penegak hukum maupun kekerasan dalam relasi pribadinya. Hali ini tidak terlepas dari stigma dan stereotipe terhadap perempuan pengguna Napza dalam konstruksi sosial dan budaya. Ditambah minimnya akses mendapatkan bantuan hukum dalam proses penangkapan dan penahanan serta minimnya akses kesehatan bagi perempuan pengguna Napza terpidana. Belum adanya program rehabilitasi khusus dengan perspektif kebutuhan perempuan pengguna Napza juga memperburuk kondisi perempuan pengguna Napza. Berbagai situasi kriminalisasi ini menjadi kunci mendasar advokasi perlindungan hak-hak perempuan pengguna Napza terkait CEDAW.