What is Happening

27 Oct 2015

Mini Simposium pengguna Napza terkait Hepatitis C dan HIV

Dalam mini simposium berjudul "Memahami Pola Penanggulangan Napza serta Epidemi HIV  & Hepatitis C Berbasiskan Bukti" ini dipaparkan 3 hasil penelitian yang menyangkut Hepatitis C dan HIV/AIDS. Pembicara pertama Arif R. Iryawan dari KPAN memaparkan hasil sero survei, scp, hepatitis c dan hiv. Arief menyatakan hepatitis c tidak hanya beresiko pada penasun. Belum ada data prevalensi Ko infeksi hiv dan hep c. Arif memaparkan variable penelitian, metode. Ada penolakan dari penasun lama di Palembang, jadi hasilnya tidak valid dan data tidak bisa dikeluarkan. Arief memaparkan prevalensi koinfeksi HIV dan Hepatitis C.

Selanjutnya ada ibu Indra dari Subdit AIDS memaparkan hasil STBP dan surveilans terpadu untuk HIV dan Hep C. Latar belakang integrasi survei adalah karena Hep C dan HIV punya cara penularan yg hampir sama. Hasil STBP sendiri masih dalam proses clearing data.

Ibu Naning dari Subdit Diare Kemenkes sebagai pembicara berikutnya memaparkan hal dasar tentang hepatitis B dan C termasuk situasi hepatitis B dan C di Indonesia serta upaya pengendaliannya. Dikabarkan juga Subdit Kemenkes nanti akan jadi Subdit Hepatitis dan penyakit pencernaan.

 Totok yulianto dari PKNI memaparkan akses ARV dan ost di tempat-tempat penahanan. Diketahui WHO sudah memiliki pedoman untuk penanganan HIV/AIDS di penjara. Ditjenpas juga sudah memiliki data tahanan yang akurat.