What is Happening

11 May 2015

Hari Pertama Rakornas PKNI 2015

Pada malam tanggal 10 Mei 2015, Papat Koordinasi Nasional Persaudaraan Korban Napza Indonesia resmi dibuka. Program Manager PKNI, Suhendro Sugiharto mewakili Badan Pekerja Nasional untuk membuka acara Rakornas. Dilanjutkan oleh Deputi Program KPA Nasional, Dr Vonny Silvanus mewakili KPAN untuk memberikan kata sambutan di pembukaan Rakornas PKNI.
Dalam sambutannya Ibu Vonny mengungkapkan Pengguna napza banyak yang ada di usia produktif dan aktif secara seksual. Untuk itu dia menekankan agar pengguna napza suntik yang sudah menjalankan program alat suntik steril juga tidak lupa menggunakan kondom saat berhubungan seks.
Ibu Vonny memaparkan ada keberatan dari beberapa pihak untuk program PABM, namun secara pribadi tetap berpendapat bahwa PABM sebaiknya tetap dijalankan.  
Dengan mengucapkan rasa terima kasih pada PKNI yang telah berpartisipasi di program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, Ibu Vonny akhirnya secara resmi membuka Rakornas PKNI 2015. 
Sebagai garis besar, bisa disimpulkan bahwa; PKNI  sebagai salah satu sentral dalam pelaksaan program penanggulangan narkotika yang menyuarakan suara para penerima layanan memiliki peranan yang sangat penting di dalam mewujudkan adanya layanan yang komprehensif, berkualitas dan berbasis bukti.
Hasil dari RAKORNAS PKNI ini bisa sebagai wadah, menghasilkan keluaran yang konkrit dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Untuk  menyediakan program harm reduction yang berdampak kepada implementasi program dengan tujuan bisa menurunkan epidemic HIV pada pengguna narkotika maupun pasangannya dan juga meningkatkan kualitas hidup pengguna narkotika.
Kita perlu melihat objektifitas dari layanan dan melihat dari sudut pandang penerima layanan. Untuk itulah PKNI bisa bersuara untuk menyatakan kebutuhannya sebagai penerima layanan. Menerima Hak kesehatan, hak bersuara, hak menerima bantuan hukum, dllharus bisa dirasakan oleh pengguna napza.