What is Happening

18 Mar 2017

Pembukaan Pelatihan Advokasi Korban Napza dan Kemitraan Dengan Media

Pada hari Selasa, 28 Februari 2017 PKNI (Persaudaraan Korban Napza Indonesia) mengadakan pelatihan advokasi dan membangun kemitraan dengan media. Pelatihan yang dilaksanakan di Jakarta ini melibatkan 12 orang perwakilan masing-masing anggota kelompok PKNI yang tersebar di wilayah Indonesia yaitu Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Lampung, Bengkulu, Manado, Makassar, Pontianak, dan Lombok Timur.

Pelatihan yang akan diselenggarakan selama tiga hari kedepan ini dibuka oleh Arif R. Iryawan selaku Program Manajer Seknas PKNI dan Totok Yulianto selaku Direktur PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia). Acara dilanjutkan dengan pemutaran film dari PKNI dan diskusi mengenai intervensi Negara dalam kebijakan narkotika. Totok Yulianto menggambarkan tiga intervensi Negara dalam hal Supply (penyediaan), Harm Reduction, dan Demand Reduction. Totok juga mengajak peserta untuk mengidentifikasi intervensi Negara dari segi bentuk intervensi, logika dasar yang digunakan pemerintah dalam melakukan intervensi, serta dampak dari intervensi itu sendiri.

Para peserta mengidentifikasi beberapa bentuk intervensi pemerintah dalam hal Supply adalah dengan adanya kriminalisasi untuk menekan angka Supply narkotika, dimana hal ini tidak menjadikan angka penggunaan narkotika menurun. Bentuk intervensi pemerintah dalam Demand Reduction adalah dengan rehabilitasi yang abstinen, yang lagi-lagi tidak membuat angka penggunaan menurun.

“ kriminalisasi justru mengakibatkan putus sekolah, kami juga gak bisa menafkahi keluarga karena dipenjara”, ujar salah satu peserta.