What is Happening

02 May 2017

Kegiatan Koordinasi SR PKNI dan mitra SSR Region I

Sebagai bagian dari kegiatan regular PKNI sebagai Sub Recipient (SR) Global Fund New Funding Model Region I yang meliputi Sumatera dan Yogyakarta, PKNI mengadakan pertemuan Akselerasi Dalam Capaian Implementasi Program pada Wilayah Intervensi Region I di Bogor, 26-29 April 2017, tepatnya di Royal Padjadjaran Hotel dengan para Sub Sub Recipient (SSR).

Mewakili SSR dari region I datang peserta yang terdiri dari Koordinator masing-masing SSR, Staf Keuangan, serta staf monitoring dan evaluasi. Arif Iryawan selaku penanggung jawab Program Global Fund SR PKNI menyatakan pertemuan ini adalah satu agenda rutin untuk pertemuan koordinasi antara SR dengan SSR mitra di wilayah Region I. dalam kegiatan ini dicoba dengan kemasan yang berbeda dengan kegiatan-kegiatan serupa sebelumnya, yakni dengan agenda yang tidak terlalu padat serta kegiatan outdoor yang semuanya dikaitkan dalam rangka mencapai tujuan yaitu evaluasi dan koordinasi untuk pencapaian target di masa yang akan datang, menurut Arif mewakili PKNI pertemuan tidak harus melulu dengan kegiatan formal dalam ruangan.

Sementara itu menurut Arif sehubungan dengan capaian di projek ini semuanya masih on-track karena sudah mencapai lebih dari 50 persen dari target semester. Meskipun ada satu indikator yang belum tercapai yaitu mengenai Virtual Outreach yang merupakan satu kegiatan penjangkauan secara online baik dengan social media melalui handphone maupun komputer, kesulitan yang dihadapi adalah bahwa agar diakui dalam pelaporan harus disertakan nama dan alamat jangkauan, sementara orang masih enggan memberikan hal itu terlebih untuk orang yang belum mereka temui secara tatap muka karena penjangkauan dilakukan dengan sosial media. Sebagai contoh kasus sudah ada 500 orang yang sudah dijangkau baru 100 orang yang menyertakan nama dan alat sehingga baru yang 100 itulah yang masuk ke pelaporan.

Selain itu dalam kegiatan ini juga dilakukan kegiatan luar ruangan yang diadakan di kebun raya Bogor, kegiatan outdoor ini dilakukan seperti outbond agar dengan kegiatan ini peserta bisa saling percaya dalam kelompok mereka.  

Termasuk dalam kegiatan adalah paparan mengenai Hepatitis C terkait dengan koinfeksi dengan HIV/AIDS yang di fasilitasi oleh Caroline Thomas. Dalam kegiatan ini dipaparkan mengenai dasar dari penyakit Hepatitis C yang penularannya hampir sama dengan HIV/AIDS yaitu menular melalui darah jadi kelompok yang rentan dengan penyakit ini boleh dibilang identik dengan kelompok rentan HIV/AIDS. Dalam diskusi ini timbul bagaimana kesulitan yang dihadapi penjangkau yaitu minimnya pengetahuan penjangkau pada penyakit Hepatitis C. Oleh karena itu mungkin ke depan akan diadakan pelatihan untuk PL dan KL. Juga akan dibuat media KIE mengenai dasar Hepatitis C sebagai pegangan penjangkau.

Sementara itu Holan dari Yayasan Embun Pelangi yang juga merupakan Dewan Pengurus PKNI menyatakan yang mengharapkan semakin jelas dan tegas mengenai tujuan program ini agar semua proses yang dijalankan SR dan SSR ini punya dampak yang besar pada perubahan di daerah, termasuk kebijakan terkait penanggulangan HIV di Indonesia pada populasi LSL, TG, dan Penasun. Holan juga mengungkap apabila donor untuk program penanggulangan HIV ini angkat kaki, maka bisa jadi semua akan mulai dari nol lagi namun sebenarnya menurut Holan itu seharusnya bisa diselesaikan bila kita bisa mengakses anggaran di daerah.

Adit dari Lampung yang juga merupakan Dewan Pengawas PKNI menyatakan diharapkan dari kegiatan ini ada perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan penjangkauan ini ke depannya.