What is Happening

15 Jun 2016

JURNALISME NARKOTIKA BERLANDASKAN HAK ASASI MANUSIA

 Pada tanggal 23 Juli 2016, bertempat di Desa Gumati diadakan pelatihan jurnalisme narkotika berlandaskan hak asasi manusia. Setelah melakukan kunjungan ke beberapa Stakeholder yang ada di wilayah Bogor dan sekitarnya, seperti PKM Kedung Badak dan Rumah Singgah PABM PEKA, sehari sebelumnya, hari itu diisi oleh beberapa paparan dari stakeholder seperti BNN, Kemenkes, dan KPAN. Media yang mengikuti kegiatan ini sendiri adalah Gohitz.com, Media Indonesia, DetikHealth.com, Rappler, Rimanews.com, Tempo Inti Media, TribunnewsBogor.com, Warta Kota, Sindonews.com

Acara dimulai dengan cuplikan pemutaran Company Profile PKNI dan beberapa pendapat dari masing-masing instansi atau Lembaga yang diliput dan dijadikan 1 film oleh tim PKNI. Beberapa penghargaan Kami pernah dapatkan yang tadi bisa dilihat di beberapa liputan, secara international kami cukup dikenal, Mas Ginan sudah jadi inisiator bersama beberapa teman yang tadi dilihat di video sudah ada beberapa yang sudah meninggal juga.

Kemudian Staf advokasi PKNI memaparkan sedikit sejarah PKNI. Pada 10 Juni 2006 Lembaga kita masih bernama Ikatan Persaudaraan Korban Napza Indonesia (IPNI) dan kemudian pada 17 Juni 2008 menjadi PKNI - Persaudaraan Korban Napza Indonesia, yang terdiri dari 24 Komunitas Korban Napza di 13 Propinsi.

Visi PKNI adalah Korban napza yang berdaya bersama dengan anggota masyarakat lainnya mewujudkan keadilan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia. Misi yang kita lakukan adalah Memperjuangkan terpenuhinya hak asasi manusia pada korban napza, melakukan upaya pendidikan kritis kepada para korban napza dan masyarakat, melakukan advokasi menuju kebijakan napza yang manusiawi dan berpihak kepada korban napza, membangun kemitraan strategis, memberikan asistensi teknis kepada komunitas korban napza untuk mendukung visi PKNI.

Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Kemenkes drg. Lucky mengenai kebijakan kementrian kesehatan dalam pencegahan pengendalian penyalahgunaan napza. Dari paparan tersebut diketahui target dan capaian baik dari IPWL dan PTRM.

Selanjutnya ada narasumber dari BNN Dr. Imam yang menekankan sebenarnya pak budi waseso tidak anti dengan rehab, jalan akan diperluas bahwa sebenarnya rehab itu ekor, cegah dulu depannya.

Selanjutnya ada paparan dari dr. Adelle dari KPAN tentang Harm Reduction Strategi Penting Pengendalian Dampak Buruk, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab media yang dipandu olehm Norman Wiyoko : Dosen di IISIP ilmu jurnalis yang juga mantan Pemred Suara Pembaruan.