What is Happening

22 Jun 2017

Edukasi Dampak Napza Kepada Anak dan Remaja Kampung Bali

Minggu, 14 Mei 2017 Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia mengadakan diskusi mengenai dampak Napza di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta. Diskusi yang ditujukan untuk anak dan remaja ini mengundang Persaudaraan Korban Napza Indonesia sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Andika Wibaskara selaku Program Officer Kesehatan PKNI menjelaskan mengenai jenis-jenis Napza dan dampaknya bagi kesehatan. “ Penting bagi adik-adik sekalian untuk mengetahui jenis-jenis Napza dan dampaknya bagi kesehatan, agar adik-adik tidak mudah dikelabuhi orang untuk menggunakan Napza.” Ujarnya.

Diskusi ini tidak hanya memaparkan masalah kesehatan sebagai dampak penggunaan Napza, namun juga masalah hukum sebagai dampak penggunaan yang melawan hukum, kepemilikian, kegiatan jual-beli yang kerap mengkriminalisasi anak dibawah umur. Alfiana Qisthi selaku Program Officer Advokasi Hukum PKNI juga menjelaskan mengenai hak-hak anak apabila berhadapan dengan hukum. “ Anak adalah kelompok yang rentan mengalami kriminalisasi. Anak-anak biasanya dijadikan kurir dalam jual-beli narkotika.” Pungkasnya.

Dari diskusi, diketahui bahwa rata-rata umur anak pengguna Napza adalah 13-14 tahun sudah banyak yang menggunakan Napza. “ Banyaknya sih ganja sama sabu, Kak” Ujar G, 13 Tahun (nama disamarkan).