What is Happening

25 Feb 2016

Pertemuan PKNI, UN Women, dan KPAN

Pada hari Selasa, 23 Februari 2016 PKNI (Persaudaraan Korban Napza Indonesia) bertemu dengan KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) dan UN Women di Sekretariat KPAN.PKNI diwakili oleh Totok Yuliyanto dan Deasy Nathalia, KPAN diwakili oleh dokter Maya dan UN Women diwakili oleh Iriantoni.

Pada pertemuan tersebut perwakilan PKNI menyampaikan informasi dari salah satu program PKNI terkait perempuan pengguna napza di PKNI. Pada pertemuan tersebut Deasy menyampaikan sejak 2015, pasca dilakukan penelitian terkait “Perempuan Bersuara”, PKNI mencoba menginisiasi terbentuknya program pengguna Napza. Sebagai langkah awal, saat ini sedang dipersiapkan rencana strategis untuk melakukan intervensi kepada perempuan pengguna napza untuk lebih peduli atas hak haknya, khususnya terkait hak atas kesehatan sebagaimana terperogram dalam program harm reduction salah satunya. 

Saat ini PKNI sudah mengkoordinir focal point di 13 kabupaten kota, melakukan konsolidasi, kedepan PKNI sedang menyusun rencana strategis dan rencana kerja yang akan di integrasikan dengan renstra PKNI. 

Dr. Maya dari KPAN dan Iriantoni dari UN Women, menyambut baik inisiasi yang dilakukan oleh PKNI yang sudah memberikan perhatian kepada perempuan pengguna napza. KPAN dan UN Women bersedia memberikan dukungan atas kerja kerja yang akan dilakukan oleh perempuan pengguna Napza. 

Saat ini KPAN memiliki program gender, kedepan antara PKNI dan KPAN bisa berkerjasama untuk peningkatan kerja-kerja dengan PKNI khususnya untuk isu perempuan pengguna napza, tutur dr. Maya. Pada pertemuaan tersebut Iriantoni bersedia memberikan dukungan asistensi untuk pengembangan perempuan pengguna napza di PKNI, sambil melihat penjajakan upaya kerjasama antara Permpuan Pengguna Napza di PKNI dengan program program yang ada atau akan dirancang oleh UN Women.